Huller uPVC Expert

Uncategorized

Memahami Penyebab Kebocoran Pipa Air dan Solusinya. Bisa Jadi Ada Masalah saat Instalasi!

Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Oleh sebab itu, menjaga sistem air di rumah agar selalu berfungsi optimal merupakan hal yang esensial. Pasalnya, di balik aliran air yang lancar, akan selalu ada risiko terjadinya kebocoran pipa air.

Kebocoran pipa tidak hanya merugikan secara finansial karena tagihan air yang melonjak, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada struktur bangunan. Agar dapat menghindari situasi ini, penting bagi pemilik bangunan untuk memahami berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya kebocoran. Dengan begitu, Anda dapat mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan yang tepat sebelum masalah bertambah parah.

Adapun faktor penyebab kebocoran sendiri beragam, bisa jadi masalahnya ada pada kualitas pipa ataupun proses pemasangan. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai hal-hal yang dapat mengakibatkan kebocoran pipa air.

Mengapa Kebocoran Pipa Berbahaya?

Sebelum masuk ke bahasan utama, mari ulas terlebih dahulu mengapa kebocoran pada saluran air adalah hal yang perlu diantisipasi dan segera ditangani. Salah satu alasannya adalah karena kerusakan kecil sekalipun bisa mempengaruhi kondisi finansial dan kesehatan penghuni.

Air yang bocor dari pipa dapat merembes ke dalam tembok, lantai, dan langit-langit, sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Pada akhirnya, hal ini dapat melemahkan struktur dan bahkan menyebabkan keruntuhan, terutama jika kebocoran terjadi di area yang vital.

Selain itu, kebocoran pipa air dapat menyebabkan hal-hal berikut ini:

  • Tumbuhnya jamur dan bakteri: Air yang bocor dan menggenang adalah tempat bekrembang biak yang ideal untuk jamur dan bakteri. Apabila dibiarkan, paparan jamur dan bakteri ini akan memicu berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, infeksi pernapasan, penyakit kulit, dan lainnya.
  • Kesulitan menemukan sumber kebocoran: Semakin lama kebocoran dibiarkan, semakin sulit pula untuk menemukan sumber utamanya karena kerusakan bisa menjalar ke area lain.
  • Kerusakan barang elektronik: Tetesan air juga berisiko mengenai barang-barang elektronik yang ada di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan.
  • Meningkatnya risiko kecelakaan: Lantai yang basah dan licin akibat kebocoran air akan menyebabkan penghuni mudah terpeleset dan jatuh, terutama bagi lansia dan anak-anak.
  • Tagihan air yang semakin membengkak: Kebocoran saluran air, bahkan yang sangat kecil sekalipun, akan memicu peningkatan konsumsi air di bangunan. Akibatnya, tagihan air bulanan pun meningkat drastis.

Faktor Penyebab Kebocoran Pipa Air dan Solusinya

1. Terlalu Kencang Memasang Sambungan Pipa

pipa air
Plumbing repair service. Professional installer with spanner checking pipe.

Pertama, masalah bisa timbul jika Anda terlalu kencang memasang sambungan pipa ketika proses instalasi. Kondisi ini akan meningkatkan tekanan pada pipa dan sambungan, sehingga risiko terjadinya retakan pada pipa atau kerusakan pada seal dan gasket menjadi lebih besar.

Tidak hanya itu, kekuatan berlebihan saat mengencangkan sambungan pipa dapat mendeformasi bentuknya, membuat ujung pipa tidak rata dan tidak lagi pas dengan sambungan. Akibatnya, muncul celah di antara sambungan yang tidak dapat diatasi oleh seal dan gasket. Hal inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kebocoran pada saluran air.

Untuk menghindari situasi ini, pastikan Anda menggunakan kunci yang sesuai dengan ukuran sambungan pipa ketika instalasi. Dengan begitu, risiko pipa mendapatkan torsi berlebih akan turun. Lalu, kencangkan sambungan pipa dengan tangan terlebih dahulu sekuat yang Anda bisa sebelum menggunakan peralatan tukang.

2. Memasang Pipa PTFE dengan Melilitnya Tidak Searah Jarum Jam

Meski terdengar tidak masuk akal, memasang pipa PTFE dengan melilitnya tidak searah jarum jam memang berpotensi menyebabkan kebocoran pipa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tekanan dan gesekan.

Saat air mengalir melalui pipa, tekanan air akan mendorong pipa dari dalam. Jika pipa PTFE dililit tidak searah jarum jam, lilitan tersebut akan melawan tekanan air dan berpotensi terlepas. Lalu, gesekan antara pipa dan lilitan dapat menyebabkan keausan. Seiring waktu, keausan ini dapat melemahkan sambungan dan menyebabkan kebocoran pipa air.

Sebagai catatan tambahan, lilitan pita yang tidak searah jarum jam biasanya tidak memiliki tegangan yang sama di semua bagian sehingga cenderung longgar dan rawan terlepas. Oleh karena itu, sebaiknya lilitkan pita PTFE searah jarum jam sesuai dengan instruksi dari produsen.

3. Masalah Pada Lem Penyambung

Beberapa jenis pipa membutuhkan lem yang bersifat solvent cement dalam proses instalasinya. Lem ini akan melunakkan dan melarutkan lapisan pipa sehingga ketika sudah kering, lapisannya benar-benar menjadi satu bagian.

Namun, lem ini memiliki warna yang transparan sehingga sulit untuk melihat apakah lem telah terdistribusi secara merata pada permukaan pipa. Apabila ada bagian yang terlewat, tentu saja ini akan menyebabkan kebocoran ketika air bertekanan tinggi mengalir melewatinya.

Lalu, lem pipa PVC solvent cement bekerja dengan cara melumerkan permukaan pipa. Ketika lem mengering kedua permukaan pipa akan menyatu, dan Anda harus melakukan pengamplasan dan pembersihan pada kedua permukaan yang disambung. Jika tidak, penyatuan pipa tidak akan sempurna sehingga memperpendek usia sambungan.

4. Memotong Pipa dengan Ukuran yang Salah

Penyebab kebocoran pipa berikutnya adalah pemotongan yang tidak sesuai. Jika pipa dipotong terlalu pendek, akan sulit untuk merapatkan sambungan antar pipa. Akibatnya, muncul celah pada sambungan dan air akan bocor melalui celah tersebut.

Sebaliknya, jika pipa dipotong terlalu panjang, pipa akan menonjol dan tidak dapat terpasang dengan benar pada fitting. Hal ini juga dapat menyebabkan kebocoran, terlebih jika tekanan air di rumah tinggi. Pasalnya, tekanan air bisa menekan pipa yang menonjol untuk keluar dari fittingnya.

Oleh sebab itu, jika ingin memotong pipa sendiri, pastikan Anda menggunakan alat ukur yang akurat agar panjangnya pas. Lalu, siapkan gergaji pipa yang tajam dan berkualitas untuk memotong pipa dengan cepat dan presisi.

5. Kualitas Pipa

Terakhir, bisa jadi sejak awal yang menjadi masalah adalah kualitas pipa yang Anda gunakan. Jika pipa yang digunakan terbuat dari material tidak berkualitas, maka pipa tersebut lebih rentan mengalami kerusakan akibat dua hal berikut ini:

  • Bahan penyusun pipa mudah retak atau pecah, terutama jika terkena tekanan air yang tinggi atau perubahan suhu yang ekstrem.
  • Dinding pipa tipis dan tidak sesuai dengan standar sehingga tidak dapat menahan tekanan air yang mengalir melewatinya.

Oleh karena itu, penting untuk memilih pipa air yang terbuat dari material berkualitas tinggi dan diproduksi oleh perusahaan terpercaya. Salah satu pilihan terbaik yang bisa Anda pertimbangkan adalah pipa air Huller.

Pipa Huller terbuat dari kombinasi material berkualitas dan bahan aditif terbaik Grade A+ yang diolah menggunakan teknologi terkini asal Prancis. Efeknya, kualitas pipa yang diciptakan pun terjamin tinggi.

Dinding pipanya tebal dan kokoh sehingga mampu menahan aliran air bertekanan tinggi dengan baik. Anda dapat menggunakannya untuk instalasi saluran air bersih bertekanan tinggi, saluran air limbah rumah tangga, dan bahkan saluran air untuk irigasi.

Lalu, material utama pembuatan pipa adalah polivinil klorida sehingga tidak ada risiko pipa berkarat dan mengalami korosi. Anda tidak perlu khawatir terhadap risiko kualitas air menurun akibat terkontaminasi oleh karat.

Tidak hanya itu, badan pipa mengandung campuran zat anti UV, yang membuatnya memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar ultraviolet (UV) matahari. Karena itu, kualitas, bentuk, dan tampilan pipa tidak mudah menurun meski digunakan di luar ruangan selama bertahun-tahun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pipa air Huller, hubungi kami melalui kontak di bawah ini:

E-mail: [email protected]

Instagram: hullerpvc

Website: hullerpvc.com

Whatsapp: +6281321756931