Pipa merupakan salah satu komponen penting dalam berbagai proyek instalasi air, baik untuk penggunaan di rumah tangga maupun industri. Ada banyak jenis pipa yang beredar di pasaran berdasarkan materialnya, mulai dari pipa logam, PVC, hingga uPVC. Nah, salah satu yang kini kian populer digunakan adalah tipe pipa uPVC.
Kata uPVC merupakan akronim dari Unplasticized Polyvinyl Chloride. Ini merujuk pada material utama pipa yang merupakan turunan dari PVC, tetapi tidak mengandung plastik di dalamnya. Karena itu karakteristik produk yang dihasilkan cenderung ringan dan tidak elastis. Untuk memahami serba-serbi pipa uPVC lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.
Sejarah Singkat Pipa uPVC

Pada awalnya, di tahun 1838, Henri Victor Regnault secara tidak sengaja menemukan zat padat berwarna putih di dalam labu yang berisi vinil klorida ketika terpapar sinar matahari. Hal yang sama kemudian dialami oleh Eugen Baumann pada tahun 1872.
Lalu, di tahun 1920-an, seorang penemu asal Amerika Serikat bernama Waldo Semon mencampurkan zat tersebut dengan berbagai aditif untuk menciptakan material yang lebih padat dan fleksibel. Material inilah yang dikenal sebagai Polyvinyl Chloride atau PVC. Setelah itu, sejumlah perusahaan mulai memproduksi dan bereksperimen dengan PVC hingga menciptakan material turunannya, yakni uPVC (unplasticized Polyvinyl Chloride).
uPVC kemudian digunakan untuk membuat berbagai benda seperti panel jendela, pintu, hingga pipa air. Sejak tahun 1936, pipa air uPVC sudah mulai digunakan untuk berbagai kebutuhan instalasi air. Seiring perkembangan teknologi, pengolahan bahan bakunya pun semakin canggih sehingga pipa semakin aman untuk dipakai sehari-hari. Konsekuensinya, terjadi peningkatan biaya produksi karena mesin yang digunakan harus mendukung perubahan teknologi tersebut.
Beda Pipa uPVC dan Pipa PVC
Lantas, apa bedanya pipa uPVC dan PVC? Karena namanya mirip, banyak orang yang keliru mengenai kedua jenis pipa air ini. Padahal, pipa uPVC dan PVC merupakan tipe pipa air yang berbeda.
Perbedaan utama keduanya terletak pada bahan aditif yang digunakan. Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) mengandung zat aditif bernama plasticizer yang membuat pipa memiliki sifat lentur dan mudah dibentuk. Berbeda dengan pipa uPVC (unplasticized Polyvinyl Chloride) yang sama sekali tidak mengandung plasticizer sehingga sifatnya lebih kaku dan keras. Namun, ini juga membuat pipa uPVC lebih kuat terhadap tekanan sehingga tidak mudah pecah.
Selain itu, perbedaan penggunaan bahan aditif tentu juga akan berpengaruh pada risiko keamanan pipa ketika digunakan untuk instalasi saluran air bersih. Plasticizer tertentu yang terdapat pada pipa PVC bisa berisiko bagi kesehatan jika digunakan untuk mengalirkan air minum. Lain halnya dengan pipa uPVC yang bebas plasticizer dianggap lebih aman untuk air bersih. Apabila tertarik menggunakan pipa uPVC, salah satu produsen pipa uPVC dengan produk yang kualitasnya terjamin adalah Huller.
Pipa Huller uPVC

Huller memproduksi pipa uPVC dengan menggunakan teknologi Prancis yang sudah teruji di berbagai belahan dunia untuk menghasilkan produk yang aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, produknya juga aman terhadap lingkungan karena dapat di daur ulang jika sudah tidak digunakan.
Dari segi bahan baku, Huller menggunakan bahan baku murni dengan kualitas yang terbaik dan dikombinasikan dengan bahan aditif terbaik (Grade A+). Hasilnya, pipa uPVC yang diproduksi memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan (impact) maupun tekanan tinggi (pressure). Dengan begitu, pipa tidak mudah pecah dan dapat digunakan untuk waktu yang lama. Ketahanannya pun tinggi terhadap risiko korosi serta berbagai bahan kimia sehingga cocok digunakan pada berbagai kondisi tanah dan air.
Sejumlah keunggulan lainnya dari pipa Huller uPVC adalah sebagai berikut:
- Tahan terhadap sinar UV (Ultra Violet) sehingga dapat digunakan di luar ruangan.
- Merupakan isolator yang baik dan tidak dapat menimbulkan api.
- Bobotnya ringan sehingga proses pengangkutan serta pemasangan akan lebih mudah.
- Ideal untuk digunakan pada saluran air bersih, air limbah, maupun irigasi.
Namun, ada satu kekurangan yang perlu Anda perhatikan, yakni pipa uPVC tidak dapat Anda gunakan untuk saluran air panas di rumah. Ini karena materialnya tidak memiliki ketahanan yang terlalu baik terhadap suhu tinggi, apalagi jika terpapar air panas dengan suhu di atas 60°C.
Adapun pipa Huller uPVC terbagi menjadi empat jenis, ada pipa AW, pipa D, pipa Platinum, dan pipa Abu. Setiap jenis pipa memiliki keunggulannya tersendiri, yakni sebagai berikut:

1. Pipa AW
Pertama, ada pipa AW yang memiliki ketahanan terhadap tekanan air hingga 10 kg/cm2. Ini karena dinding pipanya cukup tebal sehingga cocok untuk digunakan pada saluran air bersih bertekanan tinggi. Pipa AW dari Huller ini bisa Anda dapatkan dalam 14 varian ukuran, mulai dari diameter luar ½ inch sampai dengan 12 inch. Ciri khas utamanya adalah keberadaan strip berwarna biru pada sepanjang badan pipa.
2. Pipa D
Selanjutnya, ada pipa D yang tersedia dalam 11 varian ukuran, mulai dari diameter luar 1¼ inch hingga 12 inch. Dinding pipanya cenderung lebih tipis daripada pipa AW dengan ukuran yang sama sehingga lebih cocok digunakan pada saluran pembuangan air atau limbah rumah tangga. Anda bisa menggunakannya untuk instalasi wastafel, kitchen sink, maupun saluran pembuangan lainnya. Untuk membedakannya dari pipa AW, ada strip berwarna merah di sepanjang badan pipa D.
3. Pipa Platinum
Produk berikutnya adalah pipa Platinum dari Huller yang tersedia dalam varian pipa Platinum AW dan pipa Platinum D. Sesuai dengan namanya, pipa ini memiliki ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan pipa AW dan pipa D biasa. Dinding pipanya lebih tebal sehingga dapat Anda gunakan dengan lebih leluasa untuk instalasi air, mulai dari saluran air bertekanan tinggi di proyek gedung tinggi seperti hotel, irigasi area persawahan dan perkebunan, hingga instalasi air di lokasi tambak. Ciri utama pipa ini adalah adanya tulisan “Pipa Platinum” berwarna hitam pada permukaan badan pipa.
4. Pipa Abu
Terakhir, ada pipa Abu dari Huller yang dinding pipanya paling tebal dibandingkan dengan pipa lainnya. Efeknya, pipa abu bisa menahan tekanan dengan lebih baik dibandingkan pipa putih sehingga cocok digunakan untuk instalasi saluran air di proyek. Ukuran pipa pun besar sehingga dapat menampung lebih banyak air dengan tekanan yang tinggi. Ciri utama pipa ini adalah warnanya yang abu-abu, tidak putih seperti varian pipa air Huller lainnya.
Apabila tertarik menggunakan pipa Huller uPVC, tetapi bingung jenis pipa apa yang cocok untuk kebutuhan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Huller melalui kontak di bawah ini:
E-mail: [email protected]
Instagram: hullerpvc
Website: hullerpvc.com
Whatsapp: +6281321756931
Hubungi kami dan dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan instalasi air Anda!