Huller uPVC Expert

post-header

7 Tips Merawat Saluran Air di Rumah Agar Awet dan Tahan Lama

Setelah selesai melakukan instalasi saluran air, bukan berarti tugas Anda sudah benar-benar selesai. Ada fase berikutnya yang perlu menjadi perhatian, yakni perawatan. Proses perawatan saluran air sangatlah penting untuk memastikan performanya selalu optimal. Dengan begitu, kegiatan sehari-hari penghuni yang berkaitan dengan air seperti sanitasi dapat berjalan lancar.

Adapun proses perawatan ini meliputi berbagai macam hal, mulai dari pembersihan rutin, pencegahan mampet, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips merawat saluran air di rumah yang dapat Anda ikuti.

Tips Merawat Saluran Air di Rumah

1. Lakukan Inspeksi Rutin

merawat saluran air

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat jadwal inspeksi rutin. Tentukan apakah Anda akan melakukan pemeriksaan setiap sebulan atau dua bulan sekali. Lalu, buat daftar mengenai hal-hal apa saja yang perlu dilakukan, misalnya mencari tanda-tanda kebocoran, mengecek risiko korosi, mengencangkan sambungan pipa, dan lainnya.

Cek juga kondisi air yang mengalir, mulai dari kecepatan aliran air, hingga bau dan warnanya. Apabila terjadi perubahan pada ketiga hal tersebut, maka ini adalah pertanda bahwa ada masalah pada saluran air di rumah. Entah terjadi korosi atau ada bagian yang bocor sehingga alirannya melambat. Jika kesulitan menemukan sumber masalahnya, Anda bisa memanggil jasa profesional untuk membantu.

2. Bersihkan Pipa secara Berkala

Tidak hanya melakukan inspeksi rutin, pastikan juga Anda membersihkan bagian dalam pipa secara berkala. Ini penting untuk memastikan tidak ada benda asing yang tersangkut di dalamnya dan menyebabkan penyumbatan aliran air. Adapun cara membersihkan pipa sangat beragam, tergantung masalah yang terjadi.

Pertama, Anda bisa menggunakan kabel auger untuk mengecek bagian dalam pipa. Ini merupakan kabel baja berbentuk per yang khusus digunakan untuk membersihkan saluran air. Anda hanya perlu memasukkan kabel dan mendorongnya ke ujung pipa untuk mengecek ada atau tidaknya benda asing yang menyumbat di dalam.

Apabila masih belum yakin dengan kondisi bagian dalam pipa, gunakan baking soda untuk membersihkannya. Caranya mudah, Anda hanya perlu menuangkan satu cangkir baking soda dan dua cangkir air panas ke dalam pipa air. Tidak lama, akan muncul suara gemuruh atau buih-buih yang menandakan baking soda tengah bekerja. Anda hanya perlu menyiramnya kembali dengan air biasa setelah 10-20 menit.

3. Hindari Membersihkan Pipa dengan Zat Kimia Keras

Ketika ingin membersihkan pipa air, hindari untuk menggunakan bahan pembersih dari zat kimia yang bersifat keras. Pasalnya, sifat zat yang keras berisiko merusak pipa Anda dalam jangka panjang. Kandungannya dapat mengikis lapisan dalam pipa, membuat dinding pipa menjadi lebih tipis dan rapuh sehingga risiko terjadinya keretakan pun meningkat. Lalu, jika pipa retak, tentu air akan merembes keluar melalui celah-celah yang retak tersebut.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menggunakan bahan pembersih alami seperti baking soda atau mengandalkan air panas. Sebagai pertimbangan tambahan, zat kimia keras juga berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan. Apabila menetes ke tanah ataupun masuk ke aliran air, kandungan air bersih akan tercemar.

4. Jangan Membuang Benda Asing ke Dalam Pipa

Selanjutnya, pastikan Anda tidak membuang benda asing ke dalam pipa air. Langkah ini bersifat mencegah atau preventif dan sangat penting untuk menjaga kelancaran aliran air di rumah. Pasalnya, benda asing yang masuk ke dalam saluran pipa berisiko menyebabkan masalah penyumbatan. Lalu, jika dibiarkan untuk waktu lama, pada akhirnya pipa bisa rusak atau bahkan pecah.

Adapun benda asing yang dimaksud meliputi tisu basah, kapas, pembalut wanita, dan sampah lainnya dapat menyumbat pipa dan mengganggu aliran air. Anda juga sebaiknya menghindari membuang minyak bekas melalui saluran pipa di dapur. Ini karena lemak minyak goreng dapat membeku dan menempel pada dinding pipa. Penumpukan lemak ini akan bertambah parah seiring waktu dan menyebabkan aliran air tersumbat.

Sebagai catatan tambahan, Anda dapat memasang saringan pada bak cuci piring, wastafel, dan bak mandi untuk mencegah benda asing masuk ke dalam pipa. Lalu, pastikan menyediakan wadah khusus untuk menampung minyak bekas untuk menghindari risiko seseorang membuangnya ke saluran air.

5. Perhatikan Lingkungan Sekitar Pipa

Water running in drinking fountain in park on summer day. Young woman drinking water from fountain. So refreshing

Meski telah menggunakan pipa berkualitas yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan maupun sinar UV, jangan dengan sengaja membahayakan kondisinya dengan memasang pipa di lokasi yang ekstrem. Contoh, jangan memasangnya di luar ruangan tanpa dilengkapi dengan pelindung dari paparan matahari dan air hujan.

Selain itu, perlu dipahami bahwa kelembapan berlebih adalah musuh pipa karena berisiko mempercepat kerusakan. Pastikan Anda selalu menjaga agar area sekitar pipa kering dan terventilasi dengan baik. Lalu, jika ada kebocoran, segera tangani dan perbaiki bagian tersebut agar masalah tidak semakin parah. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan isolasi pada pipa di area yang rentan mengalami kondensasi. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu Anda memperpanjang usia pakai pipa.

6. Lakukan Pemeliharaan Sistem

Berikutnya, pastikan Anda rutin melakukan pemeliharaan sistem. Sistem yang dimaksud dalam hal ini salah satunya adalah septic tank yang berperan sebagai penampungan akhir dari aliran air limbah rumah tangga.

Sesuai dengan petunjuk penggunaan, septic tank perlu disedot dan dibersihkan setiap 3-4 tahun sekali, atau bahkan lebih sering jika penghuni rumah Anda terbilang banyak sehingga intensitas pembuangan limbah lebih tinggi. Ini penting untuk memastikan limbah di dalamnya tidak meluap dan justru menekan balik ke arah saluran pipa dan menyebabkan kerusakan hingga timbulnya bau tidak sedap.

Jika enggan memanggil jasa profesional, Anda biar coba untuk menguraikannya sendiri. Gunakanlah bakteri starter untuk menguraikan bahan organik di dalam septic tank. Dengan begitu, tumpukan limbah di dalamnya akan lebih cepat terurai.

7. Gunakan Jasa Profesional untuk Perbaikan Pipa

Terakhir, jika ada masalah pada pipa air, sebaiknya Anda menggunakan jasa profesional untuk mengatasinya. Terlebih jika Anda tidak memiliki dasar pengetahuan maupun pengalaman yang dibutuhkan. Tanpa keahlian memadai, perbaikan yang dilakukan justru bisa memperparah kerusakan.

Menyewa jasa profesional adalah solusi terbaik agar masalah Anda bisa selesai dengan cepat tanpa risiko tambahan. Lalu, tukang ledeng profesional tentu memiliki alat dan perlengkapan yang lebih lengkap untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan dengan efisien. Dengan begitu Anda dapat memperpanjang usia pakai pipa secara keseluruhan.

Sebagai catatan, agar saluran air selalu dalam kondisi optimal, pastikan juga sejak awal Anda menggunakan produk pipa air berkualitas seperti pipa Huller uPVC. Terbuat dari material berkualitas yang diolah menggunakan teknologi terkini, pipa air Huller memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan maupun paparan sinar UV.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kontak di bawah ini:

E-mail: [email protected]

Instagram: hullerpvc

Website: hullerpvc.com

Whatsapp: +6281321756931